Sosialisasi Physical Distancing dan Penggunaan Toga Untuk Jamu Peningkat Imunitas Pencegahan Covid-19 di Desa Bandar Lor

Authors

  • Rosa Juwita Hesturini

Abstract

Latar belakang : Corona virus 2019 (COVID-19) merupakan penyakit jenis baru yang ditemukan pada manusia. Virus penyebab Covid 19 dinamakan Sars-CoV-2. Tanda dan gejala umum adanya infeksi Covid19 berupa gejala gangguan pernafasan akut seperti demam, batuk, dan sesak nafas. Pola pencegahan Covid-19 yang telah diterapkan berupa PSBB, WFH dan physical distancing. Pencegahan utama adalah membatasi mobilisasi dan meningkatkan daya tahan tubuh melalui asupan makanan sehat, memperbanyak cuci tangan, menggunakan masker bila berada di daerah berisiko atau padat, melakukan olah raga, istirahat cukup dan bila sakit segera berobat ke RS rujukan untuk dievaluasi (PDPI, 2020). Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengetahuan mengenai social distancing dan pengolahan TOGA yang sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 dan meningkatkan imunitas pada masyarakat sekitar Desa Bandar Lor. Sosialisasi dilakukan di Desa Bandar Lor yang merupakan desa padat penduduk dengan kegiatan masyarakat yang tinggi, serta banyaknya anak-anak kecil yang beraktivitas. Sehingga melalui program pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan meningkatkan imunitas dan kesehatan masyarakat Bandar Lor. Metode : Penyuluhan kepada masyarakat di Desa Bandar Lor dilakukan secara door to door agar tidak membuat kerumunan dengan protokol kesehatan yang tepat. Hasil dan kesimpulan : Pemahaman masyarakat mengenai physical distancing dan penggunaan TOGA di Desa Bandar Lor meningkat dari rata-rata 40% menjadi 75%. Masyarakat dapat memanfaatkan TOGA sebagai tanaman herbal peningkat imunitas dimasa pandemi Covid-19.

Downloads

Published

2022-05-19

Issue

Section

Articles