EDUKASI PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA

Paramita Ratna Gayatri

Abstract


Hipertensi merupakan keadaan tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Penyakit ini dikategorikan sebagai “silent killer”, dikarenakan penderita sering tidak merasakan gangguan, namun tanpa disadari akan mengalami komplikasi. Gangguan pada jantung, otak, mata dan ginjal merupakan beberapa komplikasi hipertensi. Data WHO menyebutkan sekitar 972 juta individu di seluruh dunia mengidap penyakit hipertensi. Riskesdas tahun 2018 menyebutkan hipertensi yang terjadi pada umur 45-54 tahun adalah 45,3%, dan umur 55-64 tahun adalah 55,2%. Jumlah penderita hipertensi di Kota Kediri pada tahun 2016 mencapai 30.660 jiwa. Pola hidup yang tidak sehat merupakan faktor tertinggi penyebab penyakit hipertensi. Sasaran pengabdian adalah lansia di RT 40 RW 08 Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri. Kegiatan pertama adalah pendidikan kesehatan tentang hipertensi yang di awali pre test dan di akhiri dengan postest, selanjutnya adalah pelaksanaan senam hipertensi . Hasil pendidikan kesehatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan hipertensi dari 61% menjadi 91,42%, peserta antusias mengikuti senam hipertensi via daring. Melakukan pengabdian masyarakat tentang hipertensi di wilayah ini penting dilakukan karena masih tingginya prevalensi hipertensi, selain itu dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang faktor penyebab hipertensi. Dengan mengetahui penyebab maka warga dapat menghindari komplikasi, mengetahui gejala dan pencegahan sehingga diharapkan dapat menurunkan angka hipertensi di wilayah pengabdian.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.